Kali ini saya akan berbagi kisah dari rekan blogger juga yang sangat berkaitan dengan judul yang diatas. Langsung aja....
Hakikat Pujian Sebenarnya
Praise is beautiful thing, yap ! Pujian adalah hal yang indah .
tentunya antum sekalian suka pujian bukan ? ya, samma. saya juga !
Pujian bukan hal yang baru lagi buat hidup kita. Sesekali kita mendapat pujian ketika berprestasi, ketika tampil lebih menarik, atau mungkin saat tidak menarik pun kalo ada yang seneng, yaa tetap aja dapat pujian (biasanya ada unsur ekstrinsiknya kalo yg ini).
Berhubung ana adalah orang yang sekalipun gak dapat pujian bakal nekat muji diri sendiri, maka postingan kali ini ana persembahkan khusus buat kalian yang juga sama dengan ana. Tukang Muji Diri Sendiri (btw, hal ini cukup seru juga buat ilangin stres.bole di coba!)
Pujian or compliment أو مدح ..
Menurut postingan tentang psikologi yang pernah ane baca, merupakan sifat yang sangat manusiawi bahwa tiap orang suka dipuji. Oleh karena itu, sikap memuji orang lain merupakan perbuatan yang menyenangkan. Namun, sikap suka memuji yang terlalu sering atau berlebihan, justru bisa menimbulkan dampak negatif, sebab orang yang biasa memuji biasanya punya pamrih.(ini nih yang namanya modus)
Dikatakan juga dalam postingan psikologi tersebut, Orang lain itu ibarat sebuah cermin. Apabila Anda memuji orang lain, maka orang lain akan merasa senang. Dan jika orang lain senang, maka Andapun akan merasa senang. Jika Anda merasa senang, maka rasa stresspun akan berkurang. Ibarat seorang pelawak, apabila lawakannya ditertawakan orang, berarti orang lain senang. Jika orang lain senang, pelawakpun merasa senang.
Dalam pandangan islam sendiri, pujian dapat terbagi dua, yakni pujian yang bisa membuat si korban pujian semakin mendekatkan diri kepada Allah, dan ada juga pujian yang justru menumbuhkan sifat ujub bagi si korban pujian. Nah, kudu ati-ati nih kalo muji orang . Dalam islam sendiri, yang namanya muji beralayabay alias berlebihan itu DILARANG ! tau kenapa ? ya karna alasan tadi noh ! ntar si korban malah jadi nge-sok bin ge-er bin terbang bin nagih lagi minta dipuji. kan repot -_- Sesungguhnya pujian itu hanyalah milik Azza Wa Jalla, tiada yang sempurna melainkan Ia.
Dari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa ada orang yang memuji temannya yang ada disamping Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Celakalah engkau, kau telah menggorok leher saudaramu. Kau telah meggorok leher saudaramu!”.
Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar ada orang yang memuji saudaranya dengan sangat berlebihan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Kalian telah mematahkan punggung saudara kalian (kalian telah membinasakannya).” [HR. Bukhari Muslim ).
Nah, Sahabat Ukhuwah..
Fenomena memuji yang sebenarnya bisa aja nge-buat si korban menjadi ujub, juga dapat kita temui di sosmed. Facebook contohnya, sekali ng-upload foto jelek aja bisa di respond jempol sampe puluhan, ratusan bahkan (bagi yang adm nih).Jempol itu pun ternyata sangat berpengaruh buat upload-upload-an foto berikutnya. Semakin tinggi jempol yang dia dapat, maka semakin numpuk lah foto yang bakal dia upload. Ironis ~
Hal semacam ini tentunya jarang sekali kita sadari, padahal, efeknya lumayan juga buat sikap dan sifat si korban kemudian harinya.
Syekh Ahmad Ataillah mengingatkan:
اَلْمُؤْمِنُ اِذَا مُدِحَ اسْتَحْيَا مِنَ اللَّهِ تَعَالَى اَنْ يُثْنَى عَلَيْهِ بِوَصْفٍ لاَ يَشْهَدُهُ مِنْ نَفْسِهِ٠
“Orang beriman itu apabila mendapat pujian, maka ia merasa malu terhadap Allah swt atas pujian yang diterimanya, apabila sifat- sifat yang dimaksud tidak dimilikinya sama sekali."
Syekh Ahmad Ataillah mengingatkan:
اَلزُّهَّادُ اِذَامُدِحُوْا انْقَبَصُوْا لِشُهُوْدِهِمُ الثَّنَاءُ مِنَ الْخَلْقِِ وَالْعَارِفُوْنَ اِذَا مُدِحُوْا انْبَسَطُوْا لِشُهُوْدِهِمْ ذَلِكَ مِنَ الْمَلِكِ اَلْحَقِّ٠
"Adapun orang yang zuhud, apabila mendengar puji dan sanjung bagi dirinya dari sesama makhluk, akan menjadi ketakutan. Sedangkan orang-orang arif, apabila mendapat pujian ia merasa gembira, karena tahu pujian itu berasal dari AlHaq, Allah swt.”
Islam juga melarang kita untuk berbahagia ketika kita dipuji oleh orang lain, sebab, saat itulah syaithon akan mencari celah untuk masuk dalam hati kita. Ia akan mengelabui kita, dan mendorong kita untuk menjadi ria. Naudzubillah ..
Dari Al-Miqdad bin Al-Aswad radhiallahu anhu dia berkata:
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menaburkan tanah ke wajah-wajah orang yang berlebihan dalam memuji.” (HR. Muslim).
Sahabat Ukhwuah ..
Mungkin sudah saatnya kita harus introspeksi, memilah-milah mana yang patut mendapat pujian dan mana yang tidak. Jangan sembarang mengangkat jempol, memuji dan mengeluarkan pendapat, karena semua itu ada pertanggung-jawabannya, baik di dunia apalagi di akhirat kelak.
Sebelum postingan ini sampe titik mentoknya, sebuah pernyataan pernah juga ana baca .
"Orang yang memuji sambil tersenyum menandakan bahwa pujian yang diungkapkannya adalah bohong dan hanya ingin menggombali saja".
Benarkah ? Silahkan jawab kalo kamu adalah si tukang muji.
Source : uhikmaputri.blogspot.co.id


0 Komentar