Diperkenalkan oleh Jepang pada 21 Januari 2019 Society 5.0 merupakan sebuah konsep yang menjadikan manusia sebagai pusat pengendali teknologi. Konsep ini memungkinkan masyarakat untuk menggunakan ilmu pengetahuan dengan cara yang lebih modern. Alasan Jepang mengeluarkan konsep Society 5.0 yaitu karena Jepang memperkirakan bahwa pada tahun 2050 kelompok usia produktif di negaranya akan berkurang sekitar 70%. Dan populasi di atas usia 65 tahun akan meningkat menjadi 38,4% pada tahun 2065. Hal ini akan membuat kesenjangan di tengah masyarakat dan kemunduran pertumbuhan ekonomi di negaranya. Menurut Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dalam World Economic Forum (WEF), “Society 5.0 bukan lagi sebuah modal, tapi data yang menghubungkan dan menggerakkan segalanya, membantu mengisi kesenjagan antara yang kaya dan yang kurang beruntung. Layanan kedokteran, pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi akan mencapai desa-desa”.
Society 5.0 merupakan pelengkap dari konsep-konsep yang telah diperkenalkan sebelumnya. Yang pertama yaitu Society 1.0 yaitu era dimana manusia masih berburu untuk mencari makanan. Dilanjutkan dengan Society 2.0 dimana manusia sudah mulai bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhannya. Pada Society 3.0 manusia sudah memasuki era indsuri, yaitu manusia telah mengenal penggunaan mesin untuk menunjang kehidupan sehari-harinya. Setelah itu, pada era Society 4.0, manusia telah mengenal komputer dan internet untuk mengakses segala informasi. Dan yang terakhir yaitu Society 5.0 dimana pada era ini, semua teknologi merupakan bagian dari manusia itu sendiri.
Di Indonesia, perkembangan Konsep Society 5.0 sudah mulai meluas. Banyak bidang yang mengembangkan konsep ini untuk kehidupan sehari-hari, seperti berbelanja secara online, cek kesehatan secara online, ataupun belajar secara online. Perkembangan yang pesat ini memiliki berbagai dampak yang besar bagi Generasi Indonesia. Dalam perjalananya, Konsep Society 5.0 ini dapat memudahkan masyarakat Indonesia dalam beraktivitas dan mengefektifkan waktu, serta kemudahan dalam mendapatkan informasi,
Namun jika dilihat dari sisi lain, perkembangan Society 5.0 di Indonesia memiliki beberapa sisi yang dapat merugikan, salah satunya yaitu semakin tersingkirnya budaya Indonesia yang mayoritas belum mahir menggunakan teknologi. Society 5.0 yang menitik-beratkan kepada perkembangan teknologi sebagai bagian dari kehidupan, harus disesuaikan dengan budaya Indonesia agar dapat diterima oleh setiap tingkatan masyarakat. Bukan hanya daerah perkotaan yang diutamakan, namun semua daerah di Indonesia harus diikutsertakan dalam penerapan konsep Society 5.0 untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

0 Komentar